MPLS, MOS, atau OSPEK Haruskah Dihapus ?

MPLS, MOS, atau OSPEK Haruskah Dihapus ?
#hapuskanOSPEKsampah Jadi Tren di Twitter

Mos (Masa Orientasi Siswa) atau OSPEK (Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus) atau MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) ialah masa dimana siswa baru untuk meorientasi siswa atau menyambut siswa baru dengan serangkaian acara. Namun ada hal dibalik dari kegiatan Mos ini, ialah aksi perpeloncoan senior atau kakak bingkas kepada juniornya atau siswa baru tersebut.

Contoh perpeloncoan ialah penghinaan, berteriak-teriak secara keras, pemaksaan atribut aneh, menjahili dan lainnya. Sehingga kegiatan MOS ini sering menjadi momok menakutkan bagi siswa baru. Dimana mereka takut akan aksi/perbuatan kakak kelas yang arogan dan keras, mungkin karena mereka terbiasa dengan lingkungan yang tenang dan ramah.

Tak ayal kegiatan Mos ini sering memberatkan orang tua, karena selalu membebani siswa yang harus membawa ini itu dan iba terhadap kondisi psikis anaknya.

Hampir semua siswa menolak adanya kegiatan ini. Tapi sebenarnya bukan kegiatannya yang ditolak, tetapi seharusnya sistem pelaksanaannya yang harus diubah. MPLS seharusnya menjadi ajang pengenalan dan acara yang menarik nan menyenangan bagi siswa baru, bukannya menjadi siswa itu terganggu dengan aksi perpeloncoan yang dilakukan kakak kelas.

Rupanya siswa didik baru ini diam-diam menolak adanya kegiatan MOS ini, buktinya sekarang hashtag #hapuskanOSPEKsampah menjadi tranding topic di Twitter. Berikut beberapa status di twitter dengan pagar #hapuskanOSPEKsampah :

  1. @synthia_SRG : Inikah yang namanya pendidikan!? Ajang balas dendam. #hapuskanOSPEKsampah
  2. @KissUtama : Pendidikan itu untuk mencerdaskan, ospek nya kok malah disuruh jadi gila & tolol, kan pembodohan #hapuskanOSPEKsampah
  3. @ikbalihsan_ : Ngerasain bgt dulu pas mos sma dibentak sama senior cewek & sampe sekarang masih benci bgt sama tuh orang :o #hapuskanOSPEKsampah ..
Dan lainnya, yang intinya bahwa para Netizen tersebut menginginkan kegiatan Mos yang baik, tanpa kekerasan, dan tidak ada aksi perpeloncoan. Bukan hanya itu, mereka menginginkan kegiatan ini menjadi mempererat hubungan antara adik kelas dengan kakak kelas tanpa ada senior-junior.

Beri Komentar
Silahkan berkomentar dengan bijak. Jika tidak memiliki akun Disqus, silahkan klik komentar Disqus lalu klik kolom Nama dan centang "Komentar Sebagai Tamu"