Obati Stroke dengan Tanaman Herbal Sintrong

Obati Stroke dengan Tanaman Herbal Sintrong
Stroke merupakan 10 penyakit terbesar di Indonesia yang menyumbang angka kematian. Stroke sendiri merupakan akibat dari rusaknya fungsi darah, bisa akibat dari tersumbatnya pembuluh darah ataupun robek. Saat terkena serangan stroke ringan, penderita akan merasakan mati rasa pada sebagian tubuhnya. Bukan hanya mati rasa, tubuhnya pun akan susah bahkan tidak bisa digerakan. Ini disebabkan oleh hilangnya fungsi otak secara cepat karena kurangnya suplai darah ke otak.

Stroke dapat mengakibatkan kematian jika tidak ditangani secara cepat. Biasanya pengobatan di rumah sakit ialah pemberian microplasmin, oksigen, infus untuk mensuplai zat makanan, dan monitol guna mengurangi tekanan dalam otak.

Penyebab dari stroke ini mulai dari merokok, hipertensi (tekanan darah tinggi), alkohol, diabetes mellitus dan tingginya kadar kolesterol jahat dalam tubuh. Semua orang beresiko menderita stroke, bahkan menurut penelitian setiap tahun  resiko menderita stroke naik 1%.

Pencegahan yang paling baik ialah dengan meninggalkan kebiasaan merokok, meminum alkohol, makan makanan berlemak, dan berolahraga yang teratur.

Stroke sendiri membutuhkan biaya pengobatan yang besar, terlebih jarang sekali orang yang sembuh dalam waktu dekat. Namun tenang, alam selalu berguna bagi manusia. Salah satu tanaman yang sering dijadikan lalapan oleh masyarakat Jawa Barat, yakni Sintrong/Sentrong.

Sintrong sendiri sering juga disebut Jalantir (Tasikmalaya), puyung (Jawa), Seyong Jantan (Sunda). Tanaman ini berasal dari wilayah Afrika, bisa ditemukan secara liar di hutan, dan atau persawahan. Gambar tanaman berikut merupakan obat ampuh untuk penyakit stroke.

Sumber : Penelusuran Gambar Google
Memang belum ada penelitian yang menyebutkan memang benar bahwa tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit stroke. Tapi dibuktikan dengan beberapa penderita stroke yang rutin mengobatinya dengan sintrong.

Pengobatannya cukup dengan beberapa helai daun/bagian atas tanaman lalu rebus bersama air 3 gelas sampai air tersebut tersisa 1 gelas. Rebusan tersebut tuang kedalam gelas dan tunggu sampai hangat lalu meminumnya. Sehari cukup 2 kali, yakni pagi hari dan sore hari. Jika ingin dibarengi dengan obat dokter maka minumlah obat herbal tadi satu jam setelah mengkonsumsi obat dokter.


Beri Komentar
Silahkan berkomentar dengan bijak. Jika tidak memiliki akun Disqus, silahkan klik komentar Disqus lalu klik kolom Nama dan centang "Komentar Sebagai Tamu"