Sejarah Biografi Pelawak Kang Ibing

Sejarah Biografi Pelawak Kang Ibing
Sejarah Kang Ibing, 5 Tahun Sudah Kepergian Pelawak Kang Ibing



Kang Ibing bernama asli Raden Aang Kusmayatna Kusumadinata lahir pada tanggal 20 Juni 1946 di Sumedang, Jawa Barat. Dan meninggal di Bandung, 19 Agustus 2010 akibat sakit jantung yang selama ini diderita.

Tidak ada sejarah yang jelas akan pelawak yang terkenal akan sosok kabayan ini, yang jelas beliau lahir dilingkungan keluarga aktivis dakwah Jawa Barat. Terbukti dengan Kang Ibing menjadi pendakwah sebelum ajal menjemput.

Menurut cerita yang beredar, Ibing berasal dari kata "Bing" yang diambil dari seorang artis Bing Slamet dan juga beliau suka ngibing (joged/menari). Maka dari itu, Aang Kusmayatna ini dikenal dengan nama Kang Ibing. Ada juga versi lain, ketika Kang Ibing kuliah di Universitas Padjadjaran Bandung, beliau jatuh sakit selama dua minggu lebih. Nah pada waktu ada seorang pejuang bernama Ibing ditangkap, sama dua minggu menghilang. Begitu Kang Ibing sembuh dan berkuliah, orang-orang menyangkanya Ibing yang ditangkap tadi.

Pertemuan Kang Ibing dengan Aom Kusman di radio Mara FM Bandung membuatnya menerima pekerjaan sebagai penyiar radio. Disaat menggeluti profesi sebagai penyiar radio, Kang Ibing ditawari bermain lawak bersama para sahabatnya. Pada akhirnya, Kang Ibing tergabung dalam kelompok De Kabayan’s bersama Aom Kusman, Suryana Fatah, dan Mang Ujang.

Setelah berkiprah sebagai pelawak, Kang Ibing bermain peran di berbagai sinetron dan film seperti Si Kabayan (1975), Ateng The Godfather (1976), Bang Kojak (1977), Si Kabayan dan Gadis Kota (1989), Boss Carmad (1990), Komar Si Glen Kemon Mudik (1990), Warisan Terlarang (1990), dan Di Sana Senang Di Sini Senang (1990).

Pendidikan Kang Ibing bisa dikatakan baik, setelah lulus di SMA Negeri 4 Kota Bandung ia meneruskan pendidikan di Universitas Padjadjaran, Bandung dengan mengambil jurusan Sastra Rusia. Entah apa yang menjadi akibat Kang Ibing memilih jurusan ini walau akhirnya beliau memilih jalan untuk melawak.

Kesibukan di dunia lawak membuatnya telat untuk menikah. Suatu hari, Kang Ibing berkenalan dengan seorang perempuan bernama Nieke Wahyuningsih. Tak berapa lama Kang Ibing langsung melamar Nieke yang merupakan anak dari seorang Kolonel Tentara dan berbeda usia 13 tahun dengan dirinya. Dari pernikahannya, dibuahi 3 orang anak. Yaitu Dikdik Kusmadika (32), Mega Kusmananda (29), dan Diane Fatmawati (26).

Setelah lama tidak terlihat di layar kaca, Kang Ibing ternyata mendedikasikan dirinya sebagai pendakwah. Acap kali dalam dakwahannya terselip guyonan khasnya. Bahkan beliau pernah di undang dalam satu acara di luar negeri. Ada cerita lucu dibalik Kang Ibing menjadi pendakwah, dimana ia sedang ada di salah satu stasiun kereta diminta oleh temannya untuk berceramah menggantikan ustadz yang berhalangan hadir. Awalnya tidak mau menerima, tapi akhirnya ia berceramah atas paksaan temannya tersebut.

Kang Ibing meninggal dunia sebelum tiba di Rumah Sakit Al-Islam, Bandung. Sebelum masuk rumah sakit, Kang Ibing sempat membeli tahu goreng lalu terjatuh didepan rumahnya pada hari Kamis, 19 Agustus 2010. Dan meninggal malam harinya sekitar pukul 20.45 WIB dalam pangkuan anaknya, Dikdik.

Tengah malam Kang Ibing dibawa ke rumah duka di Jalan Kencana Wangi No. 70 RT. 1 RW. 13 Cijawura Buah Batu, Bandung. Tampak pada pukul 00.30 WIB, Eks. Walikota Bandung Dada Rosada melayat ke rumah duka. Rupanya Dada Rosada sangat dekat dengan Kang Ibing membuatnya tak kuasa menahan tangis.

Keesokan harinya, Kang Ibing dimakamkan di tanah kelahirannya Sumedang, Jawa Barat. Tepatnya di pemakaman Gunung Puyuh, Kabupaten Sumedang. Beliau diberangkatkan dari Bandung pada sekitar pukul 08.00 WIB.

Beri Komentar
Silahkan berkomentar dengan bijak. Jika tidak memiliki akun Disqus, silahkan klik komentar Disqus lalu klik kolom Nama dan centang "Komentar Sebagai Tamu"