4 Kunci Hal yang Mengantarkan Manusia Menuju Kesuksesan

4 Kunci Hal yang Mengantarkan Manusia Menuju Kesuksesan
4 Kunci Hal yang Mengantarkan Manusia Menuju Kesuksesan

Manusia hidup bukanlah sekedar untuk hidup semata, akan tetapi manusia diberikan akal untuk membuatnya berpikir. Berpikir bagaimana ia akan hidup, bagaimana ia bersosial, dan bagaimana menyelamatkannya dari kesesatan. Disinilah fungsi dari agama ialah sebagai penuntun manusia menuju akhirat dengan selamat.

Terkadang manusia tidak mampu mengontrol hawa nafsunya, sekalipun sudah ada niat dalam dirinya. Tetap saja manusia tidak akan berubah kecuali seluruh elemen tubuhnya berusaha. Mulai dari niat, usaha dan yang terpenting ialah adanya pendorong untuk manusia itu dapat berubah.

Jika kita mengingat dalam Al-Qur'an tepatnya surah As-Sajdah ayat 5 yang berbunyi :

يُدَبِّرُ الْأَمْرَ مِنَ السَّمَاءِ إِلَى الْأَرْضِ ثُمَّ يَعْرُجُ إِلَيْهِ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ أَلْفَ سَنَةٍ مِّمَّا تَعُدُّونَ

Artinya :
"Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu."
Jika kita berfikir, rata-rata manusia zaman sekarang mempunyai umur sekitar 60-70 tahun saja. Ternyata umur kita menurut perhitungan akhirat ialah hanya beberapa jam saja. Mengingat satu hari akhirat sama dengan 1000 hari menurut perhitungan dunia.

Allah memberikan waktu yang singkat ini hanya untuk menguji kita selaku manusia, yaitu mana yang terbaik amalannya. Setiap manusia akan menerima ganjaran sesuai amalnya didunia, jika ketika di dunia mengerjakan amal kebajikan maka balasannya pun kebaikan yang luar biasa. Dan jika sebaliknya, manusia mengerjakan amal munkar maka balasannya pun siksaan yang pedih.

Sebenarnya ada banyak hal yang dapat menghantarkan manusia menuju sebuah kesuksesan. Diantaranya ialah 4 hal berikut :

1. Percaya adanya Akhirat

Mengapa manusia harus percaya adanya akhirat ? Karena seperti yang kita ketahui, bahwa manusia sebelumnya tinggal dalam surga. Akan tetapi Allah menjadikan manusia sebagai khalifah di bumi. Sebagaimana firman Allah :

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَن يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۖ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui". (Al-Baqarah : 30)
Selain itu, manusia akan diminta pertanggung jawaban terhadap apa yang ia kerjakan di dunia. Dengan ini seseorang akan selalu termotivasi untuk selalu mengerjakan kebajikan karena takut kelak diazab oleh Allah.

2. Percaya bahwa akan menemui kematian

Perjalanan menuju akhirat ialah melewati kematian. Saat manusia meninggal, disitulah manusia sudah tahu akian bagaimana nasib ia kelak di akhirat. Jika manusia sulit di alam kubur, maka sudah dipastikan bahwa kelak ia akan bernasib sulit.

3. Percaya bahwa setan adalah musuh dalam hidupnya

Ciptaan Allah bukan hanya manusia saja, akan tetapi Allah juga menciptakan mahluk ghaib. Setan adalah mahluk ghaib yang bersumpah akan menjerumuskan manusia ke dalam neraka untuk menjadi temannya disana. Allah Subhanallah wata'ala berfirman :

يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ 
"Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu." (Al-Baqarah : 168)
 Akan tetapi, setan bukan hanya dari golongan jin saja. Setan juga dapat berasal dari golongan manusia. Sebagaimana firman Allah :

مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ
"...dari (golongan) jin dan manusia" (An-Nas : 6)

 4.  Percaya bahwa segala sesuatunya diawasi oleh Allah

Tidak ada segala sesuatunya yang luput dari penglihatan Allah. Allah yang menciptakan semuanya tentu Allah mengurusi semuanya. Sesuai dengan ayat al-Qur'an berikut :

اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَّهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَن ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِندَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

"Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar." (Al-Baqarah : 255)
 Inti dari 4 hal tadi ialah manusia akan selalu berusaha dan menahan dirinya dari faktor eksternalnya untuk mencapai sebuah kesuksesan. Karena menurut penelitian, faktor kesuksesan yang berasal diri sendiri ialah sebesar 72%. Artinya manusia itu sendiri yang membuat dirinya sukses, faktor eksternal hanya beberapa persen mempengaruhi sebuah kesuksesan.

Beri Komentar
Silahkan berkomentar dengan bijak. Jika tidak memiliki akun Disqus, silahkan klik komentar Disqus lalu klik kolom Nama dan centang "Komentar Sebagai Tamu"