Ketika Orang Lain Sengaja Dibesarkan dan Kita Dikucilkan

Ketika Orang Lain Sengaja Dibesarkan dan Kita Dikucilkan
Ketika Orang Lain Sengaja Dibesarkan dan Kita Dikucilkan

Terkadang, kita merasa direndahkan dan sahabat kita dilebih-lebihkan oleh orang lain didepan kita. Pasti hati ini merasa sakit, padahal kelebihan yang dia miliki adalah hasil yang sebelumnya belajar dari kita. Atau pun ketika kita punya kelebihan dari dan bahkan jauh dari semua teman anda, lalu salah satu teman anda dibesarkan oleh orang-orang dan merendahkan kita. Maka tindakan kita ialah menyendiri dari hubungan sosial dan menutup diri agar tidak terlalu jauh merasa sakit hati.

Tindakan menyendiri dan menjauhi dunia pergaulan serta hubungan dunia luar inilah disebut sebagai Sikap Introvert. Sikap Introvert ini berlawanan dengan sikap Ekstrovert yang cenderung menyukai keramaian, kebisingan, dan hubungan sosial yang luas.

Sebagian besar orang menyangka bahwa orang yang introvert ini adalah orang yang mengalami depresi. Karena senang dengan kesendirian, bengong, menjauh dari keramaian, mempersilahkan orang untuk melakukan sesuatu, berfikir yang mendetail, dan lainnya. Padahal sendirinya orang introvert ialah emas baginya, bengongnya orang introvert karena ia sedang berpikir bagaimana nasib kedepannya dan berintropeksi terhadap kesalahan yang mereka perbuat.

Jika anda belum mengetahui bahwa anda seorang introvert, maka kenali sikap ini lebih dalam. Jangan pernah menyimpan perasaan bahwa anda yang paling sial, paling tidak beruntung, dan selalu dalam keadaan sedih bahkan sering bertanya mengapa dan kenapa.

Jika anda sudah bosan bertanya-tanya pada diri anda, bosan selalu sakit hati karena dikucilkan oleh lingkungan. Maka anda wajib untuk mencoba membalikkan sifat anda ini menjadi sifat yang positif dan bermanfaat bagi orang lain.

Ternyata banyak orang cerdas yang terkenal ialah pribadi introvert. Anda kenal Albert Einstein, Bill Gates, Michael Jordan, Julia Roberts, Nicole Kidman, dan lainnya ? Bukankah mereka adalah seorang yang berpengaruh terhadap dunia. Bahkan, Nabi Muhammad adalah seorang introvert, Rasulullah sering sekali pergi ke gua untuk berdiam diri dan menjauhi diri dari masyarakat Arab.

Mengapa harus merubah diri menjadi bermanfaat bagi orang lain ? Karena orang yang diatas tadi telah membuktikan bahwa mereka telah mengubah dirinya menjadi orang yang berpengaruh dan lebih daripada orang lain. 

Coba kenali sifat bermanfaat dari seorang introvert, mereka cenderung senang menjelajahi ruang pikirnya, haus akan sebuah informasi, pintar dalam merencakan dan mendalami sebuah masalah, pandai terhadap memilih tindakan yang nantinya bermanfaat atau tidak dan lain-lain.

Anda jangan pernah berpikir bahwa ketika orang-orang merendahkan atau mengecilkan, membuat anda harus mundur dan lebih baik mengalah. Karena sifat ini tidak dikenali oleh orang-orang introvert yang sudah sukses diatas sana.

Cobalah belajar sabar dalam menghadapi apa yang menjadi tantangan, jangan tergesa-gesa mengambil tindakan yang membuat ruang pikir penuh kita dengan pertanyaan kenapa dan mengapa. Tahanlah dan rasakan bahwa anda mulai kembali bangkit dari sebuah kegagalan.

Selain sabar, anda harus menyediakan waktu luang untuk berpikir dan menganalisa sebuah pertanyaan bagaimana bukan mengapa dan kenapa. Pertanyaan kenapa dan mengapa menandakan adanya keputus asaan dalam dirinya, tetapi jika anda mempunyai pertanyaan bagaimana dapat membuat anda terdorong dari sebuah kegagalan.

Bagaimana disini ialah langkah-langkah yang akan dilakukan untuk kedepannya agar bangkit dan maju dalam hal apapun. Kembangkanlah bakat atau hobi anda ketimbang sibuk menuruti pikiran dikucilkan, singkirkan dan jangan pedulikan !

Seseorang menjadi besar karena orang-oranglah yang membesarkannya. Begitu pun sebaliknya, seseorang menjadi kecil karena orang-orang yang mengecilkannya. Tapi jika orang-orang menyebut Allah itu Maha Besar, tidak akan membuat Allah menjadi besar ataupun lebih. Karena tanpa orang-orang menyebutnya Maha Besar, Allah sudah Maha Besar.

Beri Komentar
Silahkan berkomentar dengan bijak. Jika tidak memiliki akun Disqus, silahkan klik komentar Disqus lalu klik kolom Nama dan centang "Komentar Sebagai Tamu"