Biografi Drs. Suyadi, Mengenal Dekat Sosok Pak Raden

Biografi Drs. Suyadi, Mengenal Dekat Sosok Pak Raden
Biografi Drs. Suyadi, Mengenal Dekat Sosok Pak Raden

Lahirnya Sang Maestro Dongeng

Drs. Raden Soejadi Sabekti Wirjokoesoemo atau lebih dikenal dengan nama Pak Raden lahir di Puger, Jember 28 November 1932.  Beliau merupakan anak ke tujuh dari sembilan saudara. Sayang, tidak ada sejarah yang mencatat bagaimana kehidupan masa kecilnya Pak Raden.

Pak Raden mengenyam pendidikan di Fakultas Seni Rupa ITB Bandung tahun 1952-1960, selanjutnya ia melanjutkan pendidikannya dengan belajar animasi di Perancis tahun 1961 sampai 1963. Saat masih menjadi mahasiswa, Suyadi telah membuat beberapa buku cerita anak bergambar dan film pendek animasi.

Menciptakan karakter Si Unyil

Tahun 1980, Drs. Suyadi menciptakan tokoh Unyil dalam serial film Si Unyil yang tayang di Stasiun TVRI Nasional setiap minggu pagi sampai tahun 1993 diproduksi oleh PPFN (Perum Produksi Film Negara). Saat masa jayanya dahulu, film boneka Si Unyil mencapai lebih dari 603 seri film.

Drs. Suyadi terlibat langsung pembuatan film Si Unyil, tokoh Pak Raden merupakan bayangan dirinya dalam serial ini. Sehingga publik mengenalnya sebagai pak Raden bukan seorang Suyadi.

Setelah beberapa kali hilang dari layar pertelevisian Indonesia dan beberapa kali pindah stasiun tv, serial Si Unyil dikemas kembali dalam program Laptop Si Unyil pada  tahun 2007 yang ditayangkan di Trans 7, diproduksi oleh PPFN dan Trans Corp.

Laptop si Unyil tidak sepenuhnya menghilangkan ciri khas, karakter, atau pun lainnya dari serialnya dahulu. Tokoh seperti Pak Raden, Usro, Meilani, Pak Ogah dan lain-lain masih ada dalam serial baru ini. Perbedaan Laptop si Unyil dan pendahulunya ialah lebih mempertayangkan pengetahuan umum, teknologi, dan ciri kekhasan daerah di Indonesia.

Berjuang mendapatkan hak cipta si Unyil

Suksesnya si Unyil tidak dibarengi dengan kemajuannya Drs. Suyadi. Selama 17 tahun sejak tanggal 15 Desember 1995, Drs. Suyadi belum pernah menerima royalti dan hak ciptanya terhadap tokoh si Unyil.

Pertengahan tahun 2012, berita tentang permasalahan hak cipta Si Unyil sudah mencuat. Sampai akhirnya pada April 2014, ada kesepatakan baru antara Drs. Suyadi dengan PPFN tentang royalti Si Unyil. Dimana pengelolaan royalti dipegang oleh PPFN, dan sejak itulah permasalahan hak cipta dinilai selesai oleh PPFN.

Pak Raden dan Masa Tuanya

Drs. Suyadi menghabiskan masa tuanya dengan membuat lukisan dan buku cerita untuk anak-anaknya. Ditemani asisten, manager dan kucing-kucing peliharaannya ia membuat karya lukis yang akhirnya dijual hanya untuk berobat penyakit tuanya.

Selain melukis dan membuat buku cerita, pak Raden masih diminta untuk mengisi suara dalam program Laptop si Unyil dan mendongeng dihadapan anak-anak. Salah satu ciri khas dalam mendongeng ialah Drs. Suyadi selalu menggambarkan di papan tulis apa ia dongengkan.

Jual lukisan ke Jokowi, Dibeli oleh Prabowo

Didesak kebutuhan berobat dan keinginan mencetak buku cerita anak bergambar, pak Raden nekat ke Balai Kota DKI Jakarta untuk menjual karya lukisnya ke Jokowi yang saat itu masih menjabat Gubernur DKI Jakarta (2012). Namun, usahanya gagal karena Jokowi sedang tidak ada di kantor, hanya ada wakilnya Basuki Tjahya Purnama.

Setelah dua minggu tidak ada kepastian Jokowi akan membeli lukisannya, akhirnya lukisan hasil karyanya itu dibeli oleh Prabowo Subianto. Utusan Prabowo datang ke kediamannya di Petamburan, Jakarta. Lukisan tersebut dibeli seharga 50 Juta.

Berpulangnya Pak Raden

Jum'at dini hari (30/10), kondisi kesehatan Drs. Suyadi menurun. Bahkan untuk ke kamar mandi untuk buang air pun dipapah oleh Nanang, seorang yang menemaninya selama puluhan tahun. Lalu Drs. Suyadi dibawa ke Rumah Sakit Pelni pukul 05.00 wib dan meninggal dunia malam harinya pukul 22.20 wib akibat penyakit Infeksi Paru-Paru.

Drs. Suyadi dimakamkan selepas shalat dzuhur di Taman Pemakaman Jeruk Purut, Jakarta Selatan.

Sampai menghembuskan nafas terakhir, Drs. Suyadi tidak pernah menikah dan tidak mempunyai keturunan. Dan beliau tidak pernah menjawab mengapa ia memilih untuk melajang.

--------------------------------------
Original Post by Kang PP
Sumber referensi  :
http://www.merdeka.com/peristiwa/kisah-pak-raden-jual-lukisan-ke-jokowi-tapi-dibeli-prabowo.html
http://pakraden.org/biografi/
https://id.wikipedia.org/wiki/Si_Unyil
--------------------------------------

Beri Komentar
Silahkan berkomentar dengan bijak. Jika tidak memiliki akun Disqus, silahkan klik komentar Disqus lalu klik kolom Nama dan centang "Komentar Sebagai Tamu"