Kisah Seorang Masuk Islam karena Mendadak Hafal Ayat Al-Qur an

Kisah Seorang Masuk Islam karena Mendadak Hafal Ayat Al-Qur an
Kisah Seorang Masuk Islam karena Mendadak Hafal Ayat Al-Qur'an

Malam Jum’at ini (07/01) seperti biasa Daarut Tauhid Bandung pimpinan K.H. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) mengadakan kajian Ma’rifatullah. Kebetulan malam ini ada peristiwa yang unik, dimana seseorang masuk kedalam agama Islam karena hafal satu ayat dalam al-Qur’an.

Ya, pria bernama Amirun mendatangi kajian ini untuk bersyahadat. Seperti biasa, dalam kajian ini bila ada seseorang yang akan masuk Islam selalu menempatkannya diakhir kajian. Nah, sebelum mengucapkan dua kalimat syahadat pasti ditanya mengapa bisa ingin untuk memeluk agama Islam.

Ternyata Amir bersemangat untuk menceritakan bagaimana ia bisa memilih Islam padahal ia sudah memeluk dua agama sebelumnya.

Amir hidup dikeluarga yang tidak mengajarkan pendidikan agama, orang tuanya hanya mewajibkan anak-anaknya untuk hidup berbuat baik saja. Kehidupannya mengalir begitu saja tanpa agama, sampai akhirnya diumur 15 tahun ia pindah ke Kota Bandung untuk melanjutkan sekolah. Di Bandung, Amir hidup sendiri tanpa keluarga.

Di Bandunglah ia berfikir untuk mempunyai keyakinan untuk menghilangkan rasa kesendirian. Amir menemukan seorang tokoh yang menurutnya cocok untuk membimbingnya, sehingga ia memeluk agama Kristen Protestan.

Ibarat remaja yang sedang dimabuk cinta, Amir sedang-sedangnya dekat dengan Tuhan-nya. Saking dekatnya, ia berlama-lama berdoa dimalam hari. Sampai akhirnya Amir memanggil Tuhan itu dengan sebutan ‘Papah’. Sejak saat itu, hubungannya dengan orang tua mulai berkurang.

Lima tahun terakhir, Amir merasa marah terhadap ‘Papah’ (Tuhan). Akhirnya ia meninggalkan agama Kristen Protestan. Namun tak lama kemudian ia berfikir kalau tidak ada Tuhan maka siapa yang akan mengobrol dengannya.

Setelahnya ia memilih agama Budha, dari 3 aliran besar agama Budha ia memilih Tera pada. Karena ketika berkunjung ke Vihara hanya satu patung, sedangkan aliran lainnya banyak sekali patung. Alasanya unik, yakni karena takut terhadap banyak patung.

Ketika dalam memeluk agama Budha, entah mengapa Amir merasa ditakuti dengan bayangan menyeramkan. Bahkan ia mulai sakit-sakitan, Amir berfikir bahwa ia mencari keyakinan agama baru untuk menjadi damai kok malah begini. Amir kembali menjalani hidup tanpa agama.

Akhirnya dimalam Natal, Amir merasa tidak bisa tidur. Waktu dini hari ia merasa sakit kepala, ketika itu ia merasa mendapatkan wahyu. Dalam pikirannya seolah-olah ia menghafal sebuah kalimat. Kalimat tersebut ialah “Ya Ayyuhal kafiruun!” .

Sampai diwaktu pagi ia menanyakan salah satu temannya yang muslim tentang kalimat tersebut. Teman itu menuturkan bahwa itu adalah ayat dari Al-Qur’an di surah Al-Kafirun. Padahal sebelumnya ia tidak pernah berfikir untuk masuk ke Agama Islam apalagi menghafal ayat tadi.

Setelahnya, Amir bertanya dalam hati apakah ini sebuah pertanda hidayah buatnya dan sebuah keyakinan untuk diyakini. Dari situlah ia belajar tentang agama Islam sampai akhirnya ia mengucapkan kalimat Syahadat didepan jama’ah Masjid Daarut Tauhid Bandung.

Aa Gym menuntunnya mengucapkan dua kalimat syahadat pertanda sudah masuk kedalam agama Islam. Amir terlihat lancar mengucapkan kalimat syahadat, namun pada kalimat kedua yakni “Asyhadu anna Muhammad rasulullah” suaranya mulai memelas sedih. Memang rata-rata mualaf selesai mengucapkan syahadat pasti menangis. Entah mengapa mungkin karena tubuhnya bahagia karena terhapus seluruh dosa yang lalu.

Beri Komentar
Silahkan berkomentar dengan bijak. Jika tidak memiliki akun Disqus, silahkan klik komentar Disqus lalu klik kolom Nama dan centang "Komentar Sebagai Tamu"