Imbang antara Iman Taqwa (Imtaq) dan Iptek, Bukti Kemajuan Islam ?

Imbang antara Iman Taqwa (Imtaq) dan Iptek, Bukti Kemajuan Islam ?
Seorang yang terjun dalam bidang da'wah Islam tidak terlepas dari istilah Imtaq. Begitu pula dengan seseorang yang bergelut dengan bidang modern tidak terlepas dari Iptek. Namun karena tidak imbangnya antara istilah Imtaq dan Iptek membuat kesenjangan. Disatu sisi orang mendalami ilmu agamanya namun tidak mengerti teknologi alias gaptek dan satu sisi lagi orang yang jago berilmu pengetahuan teknologi tapi jauh dengan agama.
Imbang antara Iman Taqwa (Imtaq) dan Iptek, Bukti Kemajuan Islam ?

Sebelum membahas jauh, Imtaq sendiri merupakan akronim dari Iman dan Taqwa. Iman sendiri ialah percaya, meyakini, dan mengamalkan ibadah-ibadah sesuai syari'at dan kemampuannya.
Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:  Rasulullah saw. pernah ditanya: Apakah amal yang paling utama? Beliau menjawab Iman kepada Allah. Orang bertanya lagi: Kemudian apa? Rasulullah saw. menjawab:Berjuang di jalan Allah. Kembali ia bertanya: Kemudian apa? Rasulullah saw. menjawab: Haji mabrur (haji yang diterima). (Shahih Muslim No.118) 
Orang yang beriman ialah orang yang beruntung baik dunia apalagi kelak di akhirat. Mereka disebut sebaik-baiknya mahluk. Orang beriman dijanjikan oleh Allah subhanallahu wa ta'ala akan diberikan surga. Allah berfirman :
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh mereka itu adalah sebaik-baik makhluk. Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah rida terhadap mereka dan mereka pun rida kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya." Al-Bayyinah : 7-8
 Sedangkan Taqwa bearti melaksanakan segala perintah Allah subhanallahu wa ta'ala dan meninggalkan segala apa yang dilarang-Nya. Orang yang bertaqwa adalah orang yang paling mulia disisi Allah subhanallahu wa ta'ala . Sesuai dengan firman-Nya :
"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal." Al-Hujurat : 13
 Dalam hadits pun disebutkan,
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya, “Siapakah orang yang paling mulia?” “Yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertakwa di antara mereka”, jawab Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam. Orang tersebut berkata, “Bukan itu yang kami tanyakan”. “Manusia yang paling mulia adalah Yusuf, nabi Allah, anak dari Nabi Allah, anak dari nabi Allah, anak dari kekasih-Nya”, jawab beliau. Orang tersebut berkata lagi, “Bukan itu yang kami tanyakan”. “Apa dari keturunan Arab?”, tanya beliau. Mereka menjawab, “Iya betul”. Beliau bersabada, “Yang terbaik di antara kalian di masa jahiliyah adalah yang terbaik dalam Islam jika dia itu fakih (paham agama).” (HR. Bukhari no. 4689)
Iman dan Taqwa merupakan perwujudan hubungan antara manusia dengan Tuhan-nya dan praktek dari mengejar akhirat. Dalam urusan duniawi, kita dihadapkan dengan kemajuan teknologi yang dibuat oleh manusia.

Terlebih pada abad 21 ini, manusia berlomba-lomba untuk menciptakan teknologi yang canggih. Apalagi untuk teknologi informasi dan internet. Perusahaan-perusahaan dunia semakin bersaing untuk memberikan produk-produk inovasi. Dan hampir semua hal penunjang kebutuhan manusia menggunakan teknologi.

Alasan inilah yang membuat manusia harus bahkan wajib menggunakan teknologi. Muslim, seharusnya tidak menolak adanya kemajuan teknologi. Karena ini urusan duniawi, Islam tidak melarang pemeluknya untuk berteknologi selama tidak melanggar syari'at Islam.

Nah, kenapa perlu seimbang ? Orang yang beruntung dan mulia (baca : beriman dan bertaqwa) tapi tidak mengerti tentang teknologi akan menimbulkan kesan bahwa Islam adalah agama yang terbelakang dan semakin dianggap bodoh.

Sedangkan sebaliknya, orang yang berilmu pengetahuan tapi tidak memiliki iman dan taqwa dalam dirinya maka kemungkinan besar akan membawa kemudharatan. Contohnya ialah teknologi digunakan untuk maksiat.

Kesimpulannya, harus ada keseimbangan antara Imtaq dan Iptek. Selain harus beriman dan bertaqwa, seseorang juga harus menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Disinilah disebut Islam modern, Islam modern bukanlah mengubah isi ajarannya. Tapi Islam yang searah dengan teknologi modern. Semakin majunya teknologi, semakin jelas kebenaran Islam.

Wallahu'alam. Hanya Allah Yang Maha Memiliki Ilmu.

Beri Komentar
Silahkan berkomentar dengan bijak. Jika tidak memiliki akun Disqus, silahkan klik komentar Disqus lalu klik kolom Nama dan centang "Komentar Sebagai Tamu"