Sejarah Pendirian Negara Pasundan dan Konferensi Jawa Barat 1947

Sejarah Pendirian Negara Pasundan dan Konferensi Jawa Barat 1947
Diawali dengan kesalah pahaman antara Pemerintah Republik Indonesia dengan Belanda dalam menafsirkan isi perjanjian Renville, membuat hubungan antara keduanya semakin buruk. Akhirnya Belanda melakukan aksi militer untuk merebut kekuasaan disebagian wilayah Jawa Barat.

Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat
Belanda membentuk Recomba (Regering Commisaris Bestuurs Angelen Heden) untuk mengatur pemerintahan di Jawa Barat. Recomba Pertama kali dipegang oleh Raden Abdul Kadil Widjoyoatmodjo. Karena tujuan sebenarnya ialah Belanda ingin mendirikan negara boneka, selanjutnya diadakannya Konferensi Jawa Barat I, II, dan III.

Konferensi Jawa Barat I diadakan di Bandung pada tanggal 13 Oktober 1947-18 Oktober 1947. Dihadiri oleh 45 perwakilan dari Indonesia dan 50 perwakilan yang ditunjuk oleh pembesar Belanda. Konferensi ini berisi tentang pembentukan Panitia Penghubung yang nantinya sebagai persiapan untuk membentuk pemerintahan sementara di Jawa Barat. Terpilihlah Hilman Jayadiningrat sebagai ketua Panitia Penghubung.

Konferensi Jawa Barat II diselenggarakan di Bandung dari tanggal 16 Desember 1947 sampai tanggal 20 Desember 1947. Dihadiri oleh 159 delegasi yang semuanya ditunjuk oleh Recomba atas anjuran Panitia Penghubung. Konferensi ini menciptakan perbedaan pendapat, yaitu :
1) Golongan yang menghendaki pembentukan suatu negara di Jawa Barat dengan segera
2) Golongan yang menghendaki pemerintahan sementara di Jawa Barat
3) Golongan yang tidak mengendaki penetapan status kenegaraan sebelum diadakannya peblesit

Akhirnya terbit sebuah resolusi yaitu berisi dalam konferensi berikutnya dibentuk suatu Pemerintahan Sementara yang berdasarkan status negara dan suatu badan perwakilan Rakyat. Resolusi ini diterima tanggal 19 Desember 1947 dengan 121 suara setuju, 7 abstain, dan nol yang tidak setuju.

Walaupun banyak tokoh-tokoh di Jawa Barat yang menolak pendirian negara Pasundan ini tetap diadakannya Konferensi Jawa Barat III dari tanggal 23 Februari 1948 – 5 Maret 1948. Dihadiri oleh 100 orang anggota terdiri dari 53 orang anggota yang ditunjuk Panitia Penghubung dan 47 orang anggota yang ditunjuk oleh Recomba.

Konferensi ini mengusulkan kepada Pemerintah Belanda supaya untuk konferensi tersebut disahkan jadi Parlemen atau Badan Perwakilan Rakyat. Belanda setuju melalui keputusan Letnan Gubernur Jendral Hindia Belanda tertanggal Jakarta, 26 Februari 1948.

Setelah keputusan tersebut, diadakanlah Sidang pertama untuk memilih ketua parlemen. Awalnya terdapat 3 calon terdiri dari R. Suyoso, R. T. Juwarsa, R. Purwadireja. Namun R. Suyoso dan R. Purwadireja mengundurkan diri, maka R. T. Juwarsa terpilih sebagai ketua Parlemen.

Sidang kedua diadakan pada tanggal 2 Maret 1948 berisi pengajuan mosi untuk mengganti nama Jawa Barat menjadi Pasundan. Setelah mosi diterima maka disebutlah Badan Perwakilan Sementara Pasundan.

Selanjutnya parlemen pada tanggal 4 Maret 1948 mengeluarkan keputusan pemilihan Wali Negara, terpilihlah R. A. A. Wiratama Kusumah. Hasil ini disampaikan ke Pemerintah Yogyakarta yang saat itu masih menjabat ketua Dewan Pertimbangan Agung Republik Indonesia. Dilantiklah R. A. A. Wiratama Kusumah sebagai Wali Negara sekaligus pendirian Negara Pasundan pada tanggal 24 April 1948.


Sumber : Museum Perjuangan Rakyat Jawa Barat

Beri Komentar
Silahkan berkomentar dengan bijak. Jika tidak memiliki akun Disqus, silahkan klik komentar Disqus lalu klik kolom Nama dan centang "Komentar Sebagai Tamu"