Al-Qur'an, Lautan, dan Sumber Energi Raksasa

Al-Qur'an, Lautan, dan Sumber Energi Raksasa
Al-Qur'an, Lautan, dan Sumber Energi Raksasa
Lautan ialah wilayah bumi terbesar yang berisi air. Lautan mengisi 3 dari 4 wilayah di muka Bumi, dengan luas sekitar lebih dari 361.000.000 km2. Tak pelak bahwa lautan merupakan habitat jutaan mahluk hidup. Itu pun banyak dibagi-bagi kembali menjadi kelompok, ada yang dibedakan karena tempat kedalaman, kebiasaan, keunikan, dan lain-lain. Masyaa Allah!

Lautan merupakan tanda kebesaran Allah subhanallah wa ta'ala di muka bumi. Allah ta'ala berfirman :
" Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering) -nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; Sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan." (Al-Baqarah : 164) 

Demi Lautan yang Didalamnya Ada Api


Dalam surah Ath-Thur, Allah subhanallah wa ta'ala bersumpah Demi Bukit dan Demi Baitul Ma'mur. Tentu Allah ta'ala tidak sembarangan bersumpah dengan nama cipta'an-Nya, melainkan terdapat suatu rahasia yang luar biasa.

Ayat ke 6 dari surah Ath-Thur, Allah ta'ala berfirman :
Dan laut yang di dalam tanahnya ada api
Mungkin sebagian besar dari kita berfikir bahwa tafsir dari ayat diatas ialah keluarnya kobaran api dalam lautan di lepas pantai Miami yang ditemukan oleh Anatol Sbagovich (Rusia), Yuri Bagdanov (Rusia), dan Rona Clint. Fenomena ini sering sekali ditayangkan pada serial Tv dan diberitakan oleh media online.

Akan tetapi jika melihat kitab-kitab tafsir Al-Qur'an, kita akan melihat banyak sekali pendapat mengenai ayat al-Qur'an diatas. Beberapa diantaranya sebagai berikut :
  1. Ayat diatas bercerita tentang kedahsyatan hari kiamat yang penuh dengan lautan api.
  2. Memang sekarang sudah ada lautan yang didalamnya ada api (seperti fenomena lepas pantai Miami)
  3. Lautan api tersebut berada dilangit. Tafsir ini juga membuat banyak pendapat lagi, seperti lautan api tersebut ialah bintang-bintang, ledakan besar di angkasa, dan lainnya.
  4. Ada juga yang berpendapat lautan api ialah Neraka.
Kesemua tafsir tersebut bisa dikatakan benar, karena Allah subnallah wa ta'ala menurunkan Al-Qur'an
dengan ayat yang mengandung arti yang umum. Misal tentang halal haram, Allah mengharamkan babi karena tidak baik untuk manusia. Tetapi Allah tidak mengharamkan daging sapi misalnya yang tidak baik untuk pengguna darah tinggi ? Salah, karena Allah menghalalkan segala yang baik dan mengharamkan segala yang buruk. Termasuk tadi, daging sapi halal untuk manusia umum tetapi haram untuk pengguna darah tinggi.

Kembali kepada lautan yang didalamnya ada api, jika kita melihat kandungan zat yang dimiliki lautan maka akan terkuak betapa pentingnya lautan untuk keberlangsungan hidup manusia.

Lautan dan Sumber Energi Panas


Ternyata lautan memiliki kandungan mineral yang besar. Rachel L. Carson yang ahli biologi kelautan dari Universitas John Hopkins mengungkapkan bahwa lautan mengandung 50.000 ton garam mineral. Selain itu, di lautan terdapat sodium klorida, magnesium klorida, magnesium sulfat, kalsium sulfat, potassium sulfat yang diperlukan industri. Jenis-jenis logam pun terdapat pada lautan. Bahkan kandungan emas pun bisa membuat manusia di bumi menjadi kaya raya.
Menyambung pada ayat Dan laut yang di dalam tanahnya ada api, dalam lautan juga terdapat kandungan 10 triliun ton zat deuterium yang mampu menjadi bahan bakar reaktor nuklir fission. Jika diproses dengan dikombinasikan antara isotop deuterium dengan isotop tritium akan menghasilkan energi panas berupa uap. Energi panas ini dapat digunakan sebagai pembangkit listrik tenaga uap / panas bumi.
Selain itu, minyak bumi yang kita pakai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari adalah produk dari lautan. Berawal dari fosil-fosil mahluk hidup yang terurai dari jutaan tahun lalu. Masyaa Allah!
Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak menuju langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. (Al-Baqarah : 29)

Lautan dan Energi Listrik Raksasa


Air laut mengandung senyawa NaCl yang diurai oleh H2O menjadi Na + dan Cl membuat terkandung muatan arus listrik. Beberapa tahun lalu, Penelitian yang dilakukan oleh Sastroamidjojo di Yogyakarta menemukan bahwa air laut 2 liter lalu dialirkan ke rangkaian Grafit (Anoda) dan Zn (Katoda) ternyata mampu menghasilkan listrik sebesar 1,6 volt.

Jika sebagian besar air di lautan dipakai sebagai sumber pembangkit listrik maka dipercaya mampu menerangkan semua daratan yang ada di Bumi. Tinggal kita sajalah sebagai manusia apa mampu atau tidak memanfaatkan apa yang telah diberi oleh Allah subhanahu wa ta'ala.

Sumber Air Tawar berasal dari Lautan


Manusia pasti membutuhkan air tawar untuk menggantikan cairan yang ada pada tubuhnya, sebagian besar manusia menganggap bahwa sumber air tawar hanyalah pada sumber air yang ada pada daratan. Namun waktu ke waktu sumber air di daratan semakin hilang, sedangkan kebutuhan manusia akan air minum terus meningkat. Hal inilah yang membuat manusia menciptakan alat untuk mengubah air laut yang asin menjadi air yang tawar.

Namun tahukah anda ? Bahwa dalam lautan tersebar banyak sekali mata air tawar yang sama sekali tidak bercampur dengan air asin. Bahkan menurut peneliti dari Prancis-Italia, Pierre Becker dab Thierry Carlin mengemukakan bahwa seluruh wilayah lautan terdapat banyak sekali sumber mata air tawar.

" Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi."(Al-Furqan : 53)
 Jelaslah bahwa lautan adalah kebesaran Allah subhanahu wa ta'ala yang istimewa bagi manusia. Allah ta'ala menjadikannya sebagai gudang manfaat bagi manusia, bahkan airnya pun suci dan segala binatang yang ada didalamnya halal untuk dimakan manusia. Selain itu, Al-Qur'an juga menjelaskan fungsi lautan sebagai jalan transportasi manusia untuk berbagai keperluan. Masyaa Allah!

Wallahu'alam bi shawab, hanyalah Allah Pemilik Segala Rahasia dan Ilmu.


Referensi : Buku Percikan Sains dalam Al-Qur'an oleh Ir. H. Bambang Pranggono, Penerbit Khazanah Intelektual Bandung

Beri Komentar
Silahkan berkomentar dengan bijak. Jika tidak memiliki akun Disqus, silahkan klik komentar Disqus lalu klik kolom Nama dan centang "Komentar Sebagai Tamu"