Hal-hal yang Diperbolehkan Saat Berpuasa

Hal-hal yang Diperbolehkan Saat Berpuasa
Hal-hal yang Diperbolehkan Saat Berpuasa
Puasa adalah amalan khusus umat Islam untuk Allah. Mengapa amalan khusus untuk Allah ? Karena puasa adalah amalan rahasia seseorang yang didalamnya meninggalkan berbagai bentuk syahwat (nafsu) dan maksiat lainnya dibandingkan dengan amalan lainnya. Puasa sendiri memiliki banyak manfaat, selain dapat menahan diri dari berbuat maksiat, perut juga perlu istirahat dari aktivitas makanan berat, seperti makanan berlemak, berkabohidrat dan lainnya.

Dalam berpuasa, ada hal-hal yang diperbolehkan atau dengan kata lain jika melakukannya tidak akan membataslkan puasa.

1. Menelan Air Ludah atau Dahak

Dalam mazhab Imam Hanafi dan Imam Malik, menelan dahak dan air ludah tidak membatalkan puasa karena bukan sesuatu yang asalnya dari luar. Karena disebut makan ialah sesuatu yang dimasukan kedalam tubuh.

2. Bersiwak

Saat berpuasa diperbolehkan bersiwak karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukannya.
Amir bin Rabi'ah berkata, "Saya melihat Nabi bersiwak dan beliau pada saat itu sedang berpuasa. Karena seringnya, maka saya tidak dapat membilang dan menghitungnya." (HR. Bukhari)
Bahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyuruh kita untuk bersiwak setiap selesai berwudhu.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Seandainya tidak memberatkan umatku niscaya akan kuperintahkan mereka untuk menyikat gigi (bersiwak) setiap kali berwudhu.” (HR. Bukhari)

3. Ber-intinsyaq Tapi Tidak Bersungguh-sungguh

“Bersungguh-sungguhlah dalam beristinsyaq (memasukkan air dalam hidung) kecuali jika engkau berpuasa." (HR. Abu Daud)
Imam Bukhari dalam kitab shahihnya berkata bahwa hadits diatas tidak membedakan antara orang yang berpuasa dan yang tidak berpuasa. Para Ulama pun menyepakati bahwa diperbolehkan memasukan air kedalam hidung saat berpuasa asalkan tidak berlebihkan atau secara ringan.

4. Mencicipi Makanan Sedikit

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia mengatakan, “Tidak mengapa seseorang yang sedang berpuasa mencicipi cuka atau sesuatu, selama tidak masuk sampai ke kerongkongan.” (HR. Ibnu Abi Syaibah dalam Mushonnaf 2: 304. Syaikh Al Albani dalam Irwa’ no. 937 mengatakan bahwa riwayat ini hasan)
Namun jika ragu-ragu atau takut maka lebih baik untuk tidak mencicipinya.

5. Mengguyurkan Air ke Kepala

Dari Abu Bakr bin ‘Abdirrahman, beliau berkata, “Sungguh, aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di Al ‘Aroj mengguyur kepalanya -karena keadaan yang sangat haus atau sangat terik- dengan air sedangkan beliau dalam keadaan berpuasa. ” (HR. Abu Daud)

 6. Mendapati Keadaan Junub Saat Fajar

Dari 'Aisyah radhiyallahu‘anha berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menjumpai waktu fajar di bulan Ramadhan dalam keadaan junub bukan karena mimpi basah, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mandi dan tetap berpuasa.” (HR. Muslim)

7. Bercumbu Rayu Bersama Istri 

Imam Nawawi berkata bahwa mencium istri tidak membatalkan puasa selama tidak keluar air mani. Hal ini senada dengan hadits berikut.
Dari Jabir bin Abdillah, dari Umar bin Khattab berkata : “Pada suatu hari aku rindu dan hasratku muncul kemudian aku mencium istriku padahal aku sedang berpuasa, maka aku mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan aku berkata, “Hari ini aku melakukan suatu kesalahan besar, aku telah mencium istriku padahal sedang berpuasa” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Bagaimana pendapatmu jika kamu berpuasa kemudian berkumur-kumur?” Aku menjawab, “Seperti itu tidak mengapa.” Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Lalu apa masalahnya?”. (HR. Ahmad 1: 21. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih sesuai syarat Muslim.)

8. Berbekam

Imam Syafi'i mengatakan bahwa tidak batal jika seseorang berbekam dalam keadaan berpuasa. Namun untuk kehati-hatian lebih baik ditinggalkan. Kesimpulannya diperbolehkan asal tidak menyebabkan tubuh menjadi lemas.
Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berbekam dalam keadaan berihrom dan berpuasa. (HR. Bukhari)
Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu ditanya, “Apakah kalian tidak menyukai berbekam bagi orang yang berpuasa?” Beliau berkata, “Tidak, kecuali jika bisa menyebabkan lemah.” (HR. Bukhari)


Referensi :
1. HaditsWeb 7.0 karya Sofyan Efendi
2. Panduan Ramadan Cetakan Ketujuh karya Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, ST, M.Sc

Beri Komentar
Silahkan berkomentar dengan bijak. Jika tidak memiliki akun Disqus, silahkan klik komentar Disqus lalu klik kolom Nama dan centang "Komentar Sebagai Tamu"