Petir, Menimbulkan Ketakutan dan Harapan

Petir, Menimbulkan Ketakutan dan Harapan
Petir adalah fenomena alam yang luar biasa. Fenomena ini ditandai dengan kilatan cahaya yang sangat menyilaukan sesaat lalu disusul oleh suara gemuruh yang menggelegar di langit. Dan sering kali terjadi pada musim penghujan.
Dia-lah Tuhan yang memperlihatkan kilat kepadamu untuk menimbulkan ketakutan dan harapan, dan Dia mengadakan awan mendung. (Ar-Ra'd : 12)
Di atas adalah firman Allah subhanahu wa ta'ala yang menunjukan bahwa terjadinya petir ialah kehendak-Nya. Namun disebutkan bahwa petir dapat menimbulkan ketakutan dan harapan. Apa yang dimaksud Ketakutan ? dan Apa yang dimaksud Harapan ?

Sebelum menjawab pertanyaan diatas, mari kita bahas proses terjadinya petir dalam pandangan Ilmu Pengetahuan (Sains).

Kekuatan Petir


Tahun 1750-an, Benyamin Frankin menyatakan bahwa petir adalah peristiwa listrik. Ini dikarenakan perbedaan potensial antara awan dan permukaan bumi. Awan yang berkelebihan muatan negatif akan membuang muatannya ke permukaan bumi atau awan lainnya yang bermuatan positif.

Sekali petir menyambar, terdapat arus sebesar 10 coulomb pada perbedaan tegangan potensial sebesar 100.000.000 volt. Energinya pun besar sekitar 280 kilowatt per hours. Suhu yang dimiliki petir sangat tinggi yaitu 25.0000 Celcius. Dan kecepatan sambarannya bisa mencapai 100.000 kilometers per second.

Ketakutan


Apa yang dimaksud Ketakutan dalam surah Ar-Ra'd ayat 12 ? Ya inilah tentang rasa takut yang dimiliki manusia. Saking takutnya sebagian manusia menutup telinga dan menangis histeris karena takut disambar oleh petir. Ketakutan berlebihan ini disebut astraphobia. Tapi ingat itu merupakan perilaku orang kafir yang tidak patut ditiru.
atau seperti (orang-orang yang ditimpa) hujan lebat dari langit disertai gelap gulita, guruh dan kilat; mereka menyumbat telinganya dengan anak jarinya, karena (mendengar suara) petir, sebab takut akan mati. Dan Allah meliputi orang-orang yang kafir. (Al-Baqarah : 19)
Kita diajarkan untuk berdoa meminta perlindungan kepada yang Menciptakan Petir daripada menampakan ketakutan. Kita ikuti perbuatan para malaikat yang takut melihat petir dan langsung bertasbih memuji Allah subhanahu wa ta'ala. Firman-Nya dalam al-Qur'an :
Dan guruh itu bertasbih dengan memuji Allah, (demikian pula) para malaikat karena takut kepada-Nya, dan Allah melepaskan halilintar, lalu menimpakannya kepada siapa yang Dia kehendaki, dan mereka berbantah-bantahan tentang Allah, dan Dia-lah Tuhan Yang Maha keras siksa-Nya. (Ar-Ra'd : 13)
Islam mengajarkan kepada kita untuk berdoa ketika petir menyambar, salah satunya adalah berikut :

سُبْحَانَ الَّذِيْ يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالْمَلَائِكَةُ مِنْ خِيْفَتِهِ

"Mahasuci Allah yang petir dan para malaikat bertasbih dengan memuji-Nya karena rasa takut kepada-Nya"

Harapan


Nah, apakah yang dimaksud dengan harapan ? Bukankah petir dapat membunuh manusia sehingga semua takut kepadanya ? Ternyata sobat, ini ada hubungannya dengan energi yang dihasilkan oleh Petir.

Penjelasan tadi tentang kekuatan petir yang mengandung energi listrik yang super besar. Satu sambaran saja bisa menghasilkan 280 kwh, apalagi dua sambaran, tiga sambaran, dan lebihnya. Padahal pada setiap detiknya di Bumi terdapat 100 sambaran petir. Sehingga setiap detiknya petir menghasilkan sekitar 22,4 miliar kwh. Jika energi ini dimanfaatkan oleh manusia tentu dapat memenuhi kebutuhan listrik tanpa adanya Pembangkit Listrik buatan manusia.

Selain itu, petir dapat mempercepat proses terjadinya hujan dan salju. Petir juga bisa melestarikan nitrogen yang dibutuhkan oleh mahluk hidup. Masyaa Allah!

Wallahu'alam bi shawab, Hanyalah Allah yang Maha Memiliki Ilmu.

Referensi :
  1. Buku Percikan Sains dalam Al-Qur'an karya Ir. H. Bambang Pranggono
  2. Petir, diakses dari https://id.wikipedia.org/wiki/Petir
  3. Adabul Mufrod no. 723, dishohihkan oleh Syaikh Al Albani

Beri Komentar
Silahkan berkomentar dengan bijak. Jika tidak memiliki akun Disqus, silahkan klik komentar Disqus lalu klik kolom Nama dan centang "Komentar Sebagai Tamu"