Dunia Itu Hanya Sekedar Permainan dan Senda Gurau

Dunia Itu Hanya Sekedar Permainan dan Senda Gurau
Dunia Itu Hanya Sekedar Permainan dan Senda Gurau
Hidup di dunia adalah pasti bagi setiap manusia sebelum memasuki alam akhirat, di dunia inilah yang menentukan manusia apakah ia termasuk golongan yang beruntung atau golongan yang celaka di hari akhir nanti.

Kehidupan dunia ternyata hanya membuat manusia terlena, pantas saja ketika Allah tabaraka wa ta'ala telah menjelaskan bahwa kehidupan dunia hanyalah permainan yang melalaikan dan senda gurau belaka. Hal ini terkandung dalam firman-Nya :

Al-Hadid : 20
Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.
Al-An'am : 32
Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?
Al-Ankabut : 64
Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.
Muhammad : 36
Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau. Dan jika kamu beriman serta bertakwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak akan meminta harta-hartamu.
Sahabat tahu permainan monopoli ? Ya, kita ibaratkan bahwa kita hidup di dunia ini seperti permainan monopoli. Dimana satu sama lain saling berlomba untuk menjadi orang yang paling kaya.

Dalam monopoli, seseorang bisa saja mendapatkan keberuntungan, entah itu dapat uang banyak, perusahaan, tanah, rumah, atau hotel. Dalam monopoli juga seseorang bisa mendapatkan kecelakaan seperti masuk penjara, kena denda, atau hutang.

Di permainan tersebut, seseorang dapat bermain dengan cepat atau lambat, itu semua tergantung dadu yang ia lembar. Ada yang dapat angka yang besar bahkan kecil.

Ketika permainan telah selesai, ya selesai. Semua yang didapat entah itu tanah, rumah, perusahaan, atau uang yang banyak akan hilang begitu saja tanpa kita membawanya, jelas namanya juga permainan.

Lalu apa hubungannya dengan kehidupan dunia dan monopoli ? Seperti yang Allah subhanahu wa ta'ala jelaskan pada ayat diatas bahwa dunia adalah hanyalah permainan. Dimana manusia saling berlomba dalam mengumpulkan hal yang keduniawian sampai melalaikan kewajibannya kepada Tuhan semesta alam.

Manusia memang mempunyai sifat menyukai apa yang disenanginya, bisa berupa harta, anak, pangkat / jabatan, tanaman, binatang ternak, dan lain-lain. Allah ta'ala berfirman :
Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).
(Ali Imran : 14)
Tak hanya permainan monopoli saja, ketika maut menjemput apa yang kita cari di dunia ini akan lenyap dan binasa. Semua baik harta, pangkat, jabatan, keturunan, dan lainnya tidak sedikitpun kita bawa ke akhirat kecuali amal yang telah kita perbuat di dunia.

Jadi untuk apa kita berorientasi mencapai kedudukan tertinggi di dunia, sedangkan untuk bekal di akhirat sedikit sekali kita mencarinya. Tanyakan pada diri kita masing-masing, sudahkah kita mempunyai amal untuk menebus sebuah kunci surga ?

Beri Komentar
Silahkan berkomentar dengan bijak. Jika tidak memiliki akun Disqus, silahkan klik komentar Disqus lalu klik kolom Nama dan centang "Komentar Sebagai Tamu"